Retret Gembala GPdI Ditutup dengan Ibadah dan Perjamuan Kudus, Penuh Sukacita dan Berkat

0

Retret Gembala GPdI Ditutup dengan Ibadah dan Perjamuan Kudus, Penuh Sukacita dan Berkat



Cisarua Bogor 27/8,– Retret Majelis Daerah (MD) dan para Gembala Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) se-Jakarta yang berlangsung dari 25-27 Agustus 2025 di Pesona Alam Resort & Spa dan The Botanical Sanctuary, Cisarua – Bogor, ditutup dengan ibadah penuh hikmat disertai Perjamuan Tuhan. Acara yang digelar di dua hotel berbintang ini menghadirkan suasana kebersamaan, penguatan rohani, serta pemantapan pelayanan para hamba Tuhan dari berbagai wilayah.

Dalam sambutannya, Ketua Majelis Daerah GPdI JDK Jakarta, Pdt. Dr.Johnny Weol MM,MTh, mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya retret ini, meskipun sempat mengalami perubahan jadwal karena kesibukan sebagai Ketua Majelis Pusat (MP). “Perubahan tanggal ini semata-mata agar saya juga bisa menikmati kebersamaan dengan para hamba Tuhan,” ujarnya.
Retret ini merupakan program MD untuk mempererat persekutuan di antara para gembala. Biaya pelaksanaan sepenuhnya ditanggung oleh MD, sementara peserta hanya diminta untuk memberikan kontribusi seikhlasnya.
Pembicara dan Materi yang Menguatkan
Retret ini diisi oleh sejumlah pembicara utama, antara lain Pdt. Dr. Johnny Weol MM,MTh Ketua MD Jakarta juga ketua Umum MP], Pdt. Elim Simamora (Sekum MP GPdI), dan Pdt. Ferdinand Rompas (Ketua MD GPdI Jawa Barat). Materi yang disampaikan mencakup penguatan doktrin gereja dan pemahaman terhadap gerejawi, yang menurut peserta sangat memberkati dan membangun.
Seorang gembala senior yang hadir bahkan mengungkapkan rasa syukurnya, menyebut acara ini sangat memperkaya secara rohani maupun jasmani.

Berbagi, Mengapresiasi, dan Bersuka Cita
Di bawah pimpinan Ketua Panitia, Pdt. Albert Kurniawan, panitia menyuguhkan acara yang kreatif dan interaktif. Setiap hari dibagikan doorprize yang menambah semangat peserta. MD juga memberikan bingkisan khusus sebagai bentuk apresiasi bagi gembala-gembala yang telah melayani selama lebih dari 40 tahun, dengan dua kategori: 40–49 tahun dan di atas 50 tahun.
Dalam malam kebersamaan, masing-masing dari sembilan wilayah menyuguhkan fragmen kehidupan tokoh-tokoh Alkitab dalam bentuk drama singkat. Beberapa penampilan dibawakan dengan gaya humor namun tetap menjaga esensi cerita. Tak tampak sekat antara gembala senior dan junior—semua larut dalam sukacita.Ketua MD pun membaur dengan peserta, bahkan turut serta dalam kegiatan olahraga pagi, menunjukkan kerendahan hati dan kebersamaan yang tulus.

Penutupan Penuh Hikmat
Retret ini ditutup dengan ibadah dan Perjamuan KuThan yang dipimpin oleh Pdt. Dr. Johnny Weol MM,MTh, Ketua MD DK Jakarta sekaligus Ketua Umum Majelis Pusat GPdI. Dalam bagian khotbahnya yang diambil dari Mazmur 23, ia menjelaskan tentang peran gembala sebagai pemimpin rohani yang bertanggung jawab secara penuh atas jemaat yang digembalakannya.

Lebih jauh lagi “Daud memberikan teladan bagaimana seorang gembala harus mempersiapkan Firman Tuhan dengan serius, tidak asal berbicara di mimbar. Firman harus dipersiapkan sejak jauh-jauh hari, sebagaimana saya pribadi menyiapkan khotbah hari Minggu sejak hari Senin,” ujar Pdt. Joni.
Ia juga menyoroti pentingnya disiplin dalam pelayanan, pemuridan yang efektif, serta keterlibatan jemaat dalam pembangunan tubuh Kristus. “Gembala bukan hanya berkhotbah, tetapi memperlengkapi jemaat untuk menjadi pelayan-pelayan Tuhan,” jika ada jemaat yang belum bisa melayani maka gembala mendidik sampai dapat melayani tambahnya.

Ditambahkanya lagi,Tantangan dalam melayani Tuhan ada dua musuh kita
Menurut 1 Petrus 5;
Iblis adalah musuh kita dan yang kedua adalah kematian yang kekal.Syukur kepada Tuhan Yesus yang telah mati di kayu salib.Perjamuan Tuhan adalah bagian dari kemenangan orang percaya. “Melalui perjamuan Tuhan kita dipersekutukan dalam tubuh dan darah Kristus, sehingga kita memperoleh kekuatan untuk mengalahkan musuh-musuh rohani kita—iblis dan maut,” jelasnya.

Apresiasi dan Penutupan yang Berkesan
Wilayah-wilayah yang memenangkan perlombaan fragmen menerima hadiah dari panitia. Seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan acara ramah tamah yang penuh sukacita.

Di bawah arahan Pdt. Liliana Raharjo sebagai koordinator acara, seluruh rangkaian kegiatan dikemas dengan profesional, memberkati peserta baik dalam ibadah, sesi materi, maupun kegiatan santai.
Retret ini meninggalkan kesan mendalam bagi para gembala GPdI. Tak hanya menjadi ajang penyegaran rohani, tetapi juga mempererat tali persaudaraan dalam pelayanan. Semua peserta pulang dengan hati yang penuh syukur dan semangat baru untuk melayani.

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *