Doa dan Penyembahan Selama 12 Jam untuk Kebaikan Indonesia

0

Perjalanan Indonesia menuju negara maju mendapat berbagai ujian baik dari luar maupun dalam negeri. Negara asing terus menguji berbagai kebijakan luar negeri Indonesia. Dari dalam negeri, jelang Pemilu 2024 di bulan Februari, suasana semakin memanas untuk menentukan pemimpin bangsa ini.

Hamba Tuhan sebagai pendoa, sudah menjadi tugasnya untuk mendoakan supaya hal baik yang terjadi bagi bangsa Indonesia. Bersama dengan Perkumpulan Usahawan Injili Sepenuhnya Internasional (PUISI), Jaringan Doa Nasional (JDN) dan gereja-gereja menggelar Doa, Pujian dan Penyembahan. Rencananya full fellowship akan dipusatkan di Dome GBI Mawar Saron, Kelapa Gading, Jakarta di tanggal 12 Desember dan berlangsung selama 12 jam dari pukul 08.00-20.00 WIB.

Ketua Umum PUISI, Dalie Sutanto menyatakan bahwa doa dan penyembahan ini akan dihadiri oleh 8.000 pendoa. Namun demikian, ia pun berharap doa ini juga dilakukan diberbagai tempat di seluruh Indonesia. “Doa dan penyembahan rutin dilakukan tiap tahun. Dan tahun ini kami berharap agar doa dan penyembahan ini berdampk untuk situasi dan kondisi yang lebih baik jelang dan pasca Pemuli 2024.”

Pdt Tony Mulia, Senior Fasilitator JDN barharapa agar doa dan penyembahan dapat berdampak seperti yang doa yang dilakukan Musa panjang di padang gurun. “Doa dan penyembahan ini menjadi momentum yang kondisional. Maksud saya, agar kesempatan ini dapat menjadi awal yang berkesinambungan untuk kebangunan rohani umat Tuhan di Indonesia. Ada mezbah Tuhan yang akan terus menyala dan menerangi gerakan kesatuan Tubuh Kristus yang sudah dimulai sejak 20 tahun lalu.”

Mengusung tema ‘Tae Body of Christ’ Penyembahan 12-12-12 jangan disalah artikan sebagai gerakan untuk mendukung calon pemimpin bangsa ini. “Perlu kami ingatkan kembali, bahwa doa dan penyembahan tidak bertujuan untuk mengarahkan pada salah satu calon presiden. Doa ini untuk memohon kepada Tuhan agar Indonesia kelak dipimpin oleh presiden yang juga menjadi kehendak Tuhan,” ujar Pdt Tony Mulia.

Pemilihan tanggal dan lamanya doa dilakukan 12-12-12, memiliki pandangan teologis yang tepat. David Sadikin, menjelaskan bahwa angka 12 memiliki arti spiritual yang tinggi, yakni pemerintahan yang sempurna. “Permohonan utama dalam doa mereka adalah untuk memohon kepada Tuhan memberikan pemimpin yang sempurna dalam pandangan-Nya. Mereka berdoa agar hasil pemilihan umum, baik pemilihan legislatif, presiden, maupun kepala daerah, akan memunculkan pemimpin-pemimpin bangsa yang dapat membawa Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.”

Pdt Aristakus Joel Tarigan, Ketua Fasilitator Umum JDN yang berpengalaman dalam memobilisasi massa untuk bergerak dalam kesatuan doa meyakini bahwa Dome GBI Mawar Saron akan terisi penuh dengan jemaat yang berdoa dan menyembah Tuhan. “Jemaat yang hadir akan datang dari Bekasi, Depok, Tengeran dan Jakarta. Doa dan Penyembahan selama 12 jam ini akan dipimpin oleh beberapa Tim. Keyakinan kami, Mezbah Tuhan akan terus menerangi kehidupan bangsa Indonesia.”

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *